Tradisi Etu, sebuah bentuk tinju adat yang berkembang di wilayah Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur, merepresentasikan perpaduan antara ekspresi fisik, ritus spiritual, dan struktur sosial budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Etu sebagai bentuk seni pertunjukan ritual yang kompleks melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode studi literatur dan observasi partisipatif. Analisis difokuskan pada empat elemen utama, yakni struktur lirik, bentuk musik, gerakan tari, dan penggunaan atribut. Hasil kajian menunjukkan bahwa struktur lirik dalam Etu yang terdiri atas doa, mantra, dan nyanyian tradisional, mengandung nilai-nilai filosofis dan sejarah yang diwariskan secara lisan. Aspek musikal diperkuat oleh penggunaan alat musik tradisional dengan pola ritme khas yang menciptakan atmosfer sakral dan membangkitkan semangat kolektif. Gerakan tari yang menyertai pertunjukan mengandung makna simbolik yang merefleksikan kekuatan, keberanian, serta penghormatan terhadap leluhur. Selain itu, atribut seperti sarung tinju, gelang, dan kalung tidak hanya berfungsi sebagai elemen visual, tetapi juga memiliki makna magis dan peran penting dalam struktur ritus. Temuan ini menampilkan bahwa Etu tidak sekadar dimaknai sebagai olahraga tradisional, melainkan sebagai perwujudan integral dari identitas budaya, sejarah, dan sistem kepercayaan masyarakat Ngada. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan studi etnomusikologi, antropologi seni, serta upaya pelestarian warisan budaya tak benda di Indonesia.
Copyrights © 2025