Kemampuan literasi numerasi memiliki peran penting bagi siswa untuk menguasainya. Berdasarkan perolehan PISA 2022 menunjukan bahwa di Indonesia rata-rata skor matematika siswa mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2018 yaitu dari 379 menjadi 366. Penurunan tersebut, mengindikasikan bahwa indikator kemampuan literasi numerasi belum terpenuhi secara maksimal. Salah satu cara mengukur kemampuan literasi numerasi dapat menggunakan soal berbasis pemecahan masalah matematika. Hal ini menunjukan bahwa perlu adanya kajian mendalam tentang kemampuan literasi numerasi dalam pemecahan masalah matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang bertujuan mengambarkan kemampuan literasi numerasi siswa dalam memecahkan masalah matematika yang dilihat berdasarkan tipe kepribadian menurut David Keirsey. Penentuan subjek penelitian dengan menyebarkan angket penggolongan tipe kepribadian David Keirsey kepada siswa kelas X.9 SMA Negeri 2 Kotabumi. Pemberian soal tes kemampuan literasi numerasi dan wawancara kepada subjek yang terpilih. Analisis data dilakukan melalui langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa subjek dengan tipe kepribadian rational dapat memenuhi seluruh indikator kemampuan literasi numerasi, sedangkan subjek dengan tipe kepribadian guardian, artisan, dan idealist hanya dapat memenuhi dua indikator kemampuan literasi numerasi. Penelitian ini dapat menjadi refleksi bagi guru dan siswa di dalam pembelajaran serta menjadi referensi bagi peneliti berikutnya.
Copyrights © 2025