Transformasi digital dalam pendidikan tinggi telah menghasilkan dua pendekatan dominan: pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan pembelajaran hybrid. Studi ini bertujuan membandingkan efektivitas kedua model tersebut melalui pengalaman empiris penulis sebagai mahasiswa PJJ dan teman penulis sebagai mahasiswa dalam sistem hybrid di dua institusi pendidikan tinggi di Indonesia. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam. PJJ dilaksanakan melalui platform pembelajaran daring khusus, dengan interaksi terbatas pada forum digital dan tatap maya terbatas, sementara sistem hybrid menggabungkan tatap maya dan tatap muka terbatas dalam satu semester. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam keterlibatan mahasiswa, efektivitas komunikasi dengan dosen, serta kendala teknis dan non-teknis yang dihadapi. Sistem hybrid memberikan keuntungan dalam hal interaksi sosial dan bimbingan langsung, sedangkan PJJ menawarkan waktu yang sangat singkat dan akses materi. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemahaman yang lebih luas mengenai keberhasilan sistem pembelajaran digital dan dapat menjadi masukan bagi institusi pendidikan tinggi dalam merancang strategi pembelajaran yang adaptif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025