Pengelolaan sampah di tempat umum dapat diawali dengan melakukan pemilahan. Pemilahan sampah akan memudahkan dalam langkah pengelolaan selanjutnya. Sampah organik dapat dikelola dengan prinsip reuse atau recycle. Recycle dapat dilakukan oleh industri yang memiliki kemampuan untuk hal tersebut sehingga konsumen membuat sistem untuk mengirim sampah anorganik terpilah ke industri sebagaimana telah dilakukan oleh Universitas Respati Yogyakarta. Sampah akan diambil oleh pelapak sesuai jenisnya. Sampah organik dikembalikan ke alam dengan membuat teknologi, salah satunya adalah dengan komposter maupun biopori. Metode pengabdian dilakukan dalam tiga tahap. Pertama, perencanaan dan konsolidasi. Kedua, pembuatan teknologi komposter dan biopori serta edukasi. Tahap ketiga adalah pemanfaatan teknologi. Hasil dari pengabdian berupa dukungan penerapan teknologi, pembuatan teknologi biopori dan komposter, serta edukasi, baik secara konvensional maupun menggunakan teknologi digital. Kegiatan pengabdian ini menyimpulkan bahwa dukungan mitra krusial dalam kelancaran pelaksanaan, serta berhasilnya pengembangan komposter dan biopori yang meningkatkan pemahaman pengelolaan sampah. Ke depannya, pemanfaatan hasil komposter perlu ditindaklanjuti untuk berbagai tujuan, seperti media tanam sayur, pupuk taman, atau pengembangan produk bernilai ekonomis.
Copyrights © 2025