Latar Belakang: Obesitas dapat meningkatkan produksi hormon leptin, yang berlebih dapat mengganggu reabsorpsi asam urat di ginjal, menyebabkan hiperurisemia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dan kadar asam urat pada masyarakat Kelurahan Sarongsong 2.Metode: Penelitian ini menerapkan desain deskriptif korelasi melalui pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan 226 responden. IMT telah ditentukan dengan pengukuran tinggi badan dan berat badan dengan menggunakan instrumen timbangan analog dan stature meter. Sedangkan pengukuran kadar asam urat menggunakan uric acid meter. Analisis data dengan uji Spearman Rank dengan bantuan Statistical Package For The Social Science (SPSS) 26.Hasil: Mayoritas responden memiliki nilai IMT pada kategori obesitas dengan jumlah 126 (55,7%) responden, dan untuk kadar asam urat berada pada kategori normal dengan jumlah 133 (58,8%) responden. Lebih lanjut, hasil analisis spearman rank menunjukkan bahwa nilai p=0,180.Kesimpulan: Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara IMT dengan kadar asam urat pada masyarakat Kelurahan Sarongsong 2. Oleh karena itu, disarankan untuk peneliti selanjutnya dapat meneliti variabel lain seperti pola makan, genetik, dan aktivitas fisik.
Copyrights © 2025