Sebagai lembaga pendidikan ke-Islaman tertua di Indonesia, pesantren memainkan peran penting dalam menyebarkan agama Islam yang damaidan toleran di seantero Nusantara. Dengan mengintegrasikan pengajaran ilmu agama dan kehidupan sosial kemasyarakatan dalam kemandiriansistem kurikulumnya, kiai beserta dewan guru bersama-sama membentuk pemahaman keagamaan santri yang inklusif dan mendalam. Selain itu,pondok pesantren juga dianggap sebagai pusat pendidikan yang berbasis nilai lokal, dimana pengajaran kitab kuning, tafsir Al-Qur’an, fikih,tasawuf dan ilmu dasar lainnya telah mengakar pada tradisi lokal, sehingga mudah diterima oleh masyarakat dan menjadi simbol harmonisasi dantoleransi. Hal inilah yang menjadikan pondok pesantren tetap eksis, tumbuh dan berkembang hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi Pondok Pesantren di Sulawesi Barat dalam meneguhkan moderasi beragama melalui kurikulum pendidikan agamadan figur kiainya di masyarakat, studi kasus pada Pondok Pesantren Syekh Hasan Yamani dan Pondok Pesantren Darud Da’wah wal Irsyad (DDI) Baruga. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif-kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Penelitian ini menemukan bahwakedua pondok pesantren tersebut memainkan peran strategis dalam membangun nilai-nilai moderasi melalui kurikulum pendidikan yang komprehensif dan pengasuhan berbasis nilai keislaman, serta pembentukan karakter santri melalui pendekatan integral. Figur kiai menjadi sentral dalam menjaga nilai-nilai tradisi Islam moderat, sementara kemandirian lembaga pesantren diwujudkan melalui pengelolaan sumber daya ekonomi berbasis komunitas.
Copyrights © 2025