Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Etika Penggunaan Media Sosial Dalam Al-Qur’an Sebagai Alat Komunikasi si Era Digitalisasi Husnah. Z
AL-MUTSLA Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Al Mutsla Desember 2019
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.804 KB) | DOI: 10.46870/jstain.v1i2.14

Abstract

Artikel ini membahas tentang etika penggunaan media sosial yang dikaitkan dengan kandungan isi al-Qurán sebagai pedoman bagi setiap manusia. Media sosial telah menjadi alat komunikasi paling dibutuhkan di era globalisasi saat ini, sehingga dibutuhkan etika dalam penggunaannya. Dalam menggunakan media sosial sebaiknya mengacu pada al-Qur’an yang telah diwahyukan kepada Rasulullah Muhammad saw. Sebagai pedoman hidup bagi seluruh ummat manusia tentunya mampu menjadi sumber rujukan tertinggi. Dalam al-Qur’an terjelaskan etika berkomunikasi dengan media sosial yang tidak bertentangan dengan konstitusi Negara Indonesia.
CYBERBULLYING PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN KONSTITUSI NEGARA SEBAGAI PENDIDIKAN DALAM ETIKA PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL Husnah Zainuddin; Nur Latifah; Bunga Rosi; Rahmat R
JPPI (Jurnal Pendidikan Islam Pendekatan Interdisipliner) Vol 4 No 2 (2020): JPPI Volume 4 Nomor 2 Desember 2020
Publisher : IAI DDI Polewali Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36915/jpi.v4i2.78

Abstract

Media sosial merupakan sebuah ruang komunikasi tercanggih manusia saat ini dari berbagai kalangan usia. Seiring perkembangan zaman pola media komunikasipun kian berkembang ibarat gelombang yang terus menggelora membentuk tatanan baru. Mudharat dan manfaat dari perkembangan ini juga sangat dirasakan oleh seluruh pengguna media social, salah satu mudharat yang paling sering terjadi dalam komunikasi media social adalah Cyberbullying yang merupakan salah satu bentuk ejekan dengan menjelek-jelekkan teman berkomunikasi. Tulisan ini membahas tentang bagaimana al-Qur’an dan Konstitusi Negara membahas pelarangan hal tersebut serta menghadirkan berbagai ilmu baru dalam memahami etika yang harus dijaga agar terhindar dari perilaku Cyberbullying. Kata kunci: Cyberbullying, Al-Qur’an, Konstitusi Negara, Media Sosial, Etika.
MODERASI BERAGAMA PERSPEKTIF AL-QURAN SEBAGAI SOLUSI TERHADAP SIKAP INTOLERANSI Husnah. Z Husna
AL-MUTSLA Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Al Mutsla Juni 2022
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v4i1.202

Abstract

Penelitian ini membahas tentang konsep dan strategi moderasi beragama dalam perspektif Al-Qur’an. Sebagai negara multikuktural, Indonesia membutuhkan moderasi beragama dalam mengatasi berbagai konflik yang terjadi di masyarakat. Penelitian ini mencoba untuk mengkaji konsep moderasi beragama, peran moderasi beragama dalam mengatasi fenomena intoleransi dalam perspektif Al-Qur’an, dan strategi membangun dan memperkuat moderasi beragama di Indonesia. Metodologi penelitian ini menggunakan studi kepustakaan dengan melakukan analisis terhadap berbagai sumber literatur yang ada. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Moderasi beragama merupakan sikap beragama yang seimbang dalam pengamalan agama sendiri dan menghormati serta menghargai praktik agama orang lain yang berbeda keyakinan, dimana hal tersebut mutlak diperlukan di Indonesia guna mengurangi berbagai fenomena intoleransi.
Perspektif Pendidikan Islam Terhadap Budaya Lipas Pada Masyarakat Mandar Majene Husnah Zainuddin Maawi; Hamzah Fathani
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 3 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i3.410

Abstract

Penelitian ini merupakan studi lapangan yang menjelaskan masalah pokok tentang budaya lipas pada masyarakat mandar majene ditinjau dari pendidikan islam. Tujuan dari penelitian ini Antara lain untuk mengetahui konsep lipas dalam masyarakat mandar majene, faktor dilakukannya lipas dan implikasi lipas dalam pendidikan islam. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode pengumpulan dara yang terdiri dari observasi dan wawancara. Peneliti terjun langsung ke lapangan dan mewawancarai langsung orang-orang yang dianggap paham dan dapat dipercaya dalam masalah lipas di daerah Majene. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah Budaya lipas masyarakat mandar majene ini muncul sebagai hukuman moral bagi anggota keluarga yang melanggar tradisi. Lipas pada masyarakat mandar majene dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti: sipaindongang (kawin lari), Battang Bule (hamil diluar nikah), siala tania sambona (menikah dengan bukan sederajatnya), siala to poppoang (kawin dengan orang yang punya penyakit poppo’), siala to tandissang rumbu apinna (menikah dengan orang yang tidak dikenal asal usulnya). Lipas merupakan sanksi moral yang diberikan kepada anggota keluarga yang melakukan perbuatan tercela atau perbuatan yang bertentangan dengan tradisi dan jika dilihat dari pemahaman pendidikan Islam sebenarnya islam tidak pernah melarang budaya positif dalam kehidupan masyarakat. Justru Islam dapat melestarikan budaya melalui proses kehidupan yang dilandasi dengan nilai-nilai ajaran Alquran dan al-Hadis. This research is a field study that explains the main problem of cockroach culture in the Mandar Majene community in terms of Islamic education. The purpose of this study, among others, to determine the concept of cockroach in human society, the factors of knowing cockroaches and the interaction of cockroaches in Islamic education. The method used in this research is data collection method which consists of observation and interviews. Researchers went directly to the field and directly interviewed people who were considered to be knowledgeable and trustworthy in the problem of cockroaches in the Majene area. The results obtained in this study are the cockroach culture of the Majene mandar community appears as a moral punishment for family members who violate traditions. Lipas in the Mandar Majene community is influenced by several factors such as: sipaindongang (elopement), Battang Bule (pregnant out of wedlock), siala tania sambona (married to someone who is not equal), siala to poppoang (married with someone who has Poppo'), unlucky to tandissang rumbu apinna (married to a person whose origin is unknown). Lipas is a moral sanction given to family members who commit disgraceful acts or actions that are contrary to tradition and when viewed from the understanding of Islamic education, it has never prohibited positive culture in people's lives. Islam can occur through a life process that is based on the values ​​of the teachings of the Quran and al-Hadith.
Efektivitas Penerapan Metode Quantum Teaching Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Arab Siswa MAN Polewali Mandar Z, Husnah
JPPI (Jurnal Pendidikan Islam Pendekatan Interdisipliner) Vol 1 No 1 (2017): JPPI Volume 1 Nomor 1 Juni 2017
Publisher : UI DDI AGH AD Polewali Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.289 KB) | DOI: 10.36915/jpi.v1i1.38

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan pretest-posttest control group design bertujuan untuk mengetahui seberapa besar keefektifan metode quantum teaching terhadap peningkatan hasil belajar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar Bahasa Arab peserta didik yang menggunakan metode tersebut memperoleh peningkatan dengan sangat signifikan karena hampir semua peserta didik memiliki nilai di atas rata-rata. Maka penggunaan metode pembelajaran quantum teaching efektif terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik MAN 1 POLEWALI MANDAR dibuktikan dengan uji statiktik (uji-t) skor t hitung > t tabel (2,96 > 1,673). Implikasi dalam penelitian ini adalah metode quantum teaching yang digunakan dalam pembelajaran bahasa arab sangat berperan pada kecepatan dan ketepatan paham peserta didik sehingga menghilangkan prasangka “sulit” dalam benak peserta didik terhadap pembelajaran bahasa arab. This research is a quasi experimental research with pretest-posttest control group design aims to find out how much effectiveness of quantum teaching method to improve learning outcomes. The results of this study indicate that the learning outcomes of Arabic learners who use the method obtain a very significant improvement because almost all learners have an above-average value. So the use of effective quantum teaching method to improve learning outcomes of learners MAN 1 POLEWALI MANDAR proved by static test (t-test) t count> t table (2.96> 1.673). The implication in this research is that quantum teaching method used in Arabic language learning is very influential on the speed and accuracy of students' understanding, thus eliminating the "difficult" prejudices in the minds of learners towards Arabic learning.
PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN MAHARAH AL-KALAM PADA PONDOK PESANTREN SALAFIYAH ULUMUL QURAN FATIMAH AZZAHRAH Husnah Z.; Burhanuddin
MALAQBIQ Vol. 1 No. 1 (2022): Malaqbiq : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jam.v1i1.231

Abstract

Pendampingan pembelajaran maharatul kalam pada pondok pesantren salafiyah ulumul qur’an Fatimah az-zahrah merupakan suatu keharusan dalam pengembangan tazwidul mufrodat yang pada akhirnya menunjang kemahiran berbicara (maharah al-kalam) maupun menyimak (istima’). Keterampilan berbicara (maharah al-kalam/speaking skill) adalah kemampuan mengungkapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan pikiran berupa ide, pendapat, keinginan, atau perasaan kepada mitra bicara .Dalam konteks pembelajaran bahasa Arab, maharah al-kalam termasuk keterampilan pokok yang harus dikuasai santri/santriwati dan merupakan salah satu tujuan akhir pembelajaran bahasa asing. Jalannya pengembangan pembelajaran maharah al-kalam di Pondok Pesantren Salafiyah Ulumul Qur’an Fatimah Az-Zahrah, belum menunjukan hasil yang menggambarkan kecakapan santri/santriwati dalam berbahasa Arab secara aktif produktif. Hasil penelitian menyatakan bahwa untuk meningkatkan kemahiran maharah al-kalam, santri/santriwati harus dibekali dengan kemampuan-kemampuan dasar dalam berbicara seperti terus mempertahankan dan terus menambah mufradat/kosa kata, dan latihan muhadatsah.
Melacak Praktik Moderasi Beragama pada Pondok Pesantren Syekh Hasan Yamani dan Pondok Pesantren Darud Da’wah wal Irsyad Baruga di Sulawesi Barat Murdan, Muhammad Nur; Syarifuddin, Syarifuddin; Z, Husnah
PUSAKA Vol 13 No 1 (2025): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/pusaka.v13i1.1606

Abstract

Sebagai lembaga pendidikan ke-Islaman tertua di Indonesia, pesantren memainkan peran penting dalam menyebarkan agama Islam yang damaidan toleran di seantero Nusantara. Dengan mengintegrasikan pengajaran ilmu agama dan kehidupan sosial kemasyarakatan dalam kemandiriansistem kurikulumnya, kiai beserta dewan guru bersama-sama membentuk pemahaman keagamaan santri yang inklusif dan mendalam. Selain itu,pondok pesantren juga dianggap sebagai pusat pendidikan yang berbasis nilai lokal, dimana pengajaran kitab kuning, tafsir Al-Qur’an, fikih,tasawuf dan ilmu dasar lainnya telah mengakar pada tradisi lokal, sehingga mudah diterima oleh masyarakat dan menjadi simbol harmonisasi dantoleransi. Hal inilah yang menjadikan pondok pesantren tetap eksis, tumbuh dan berkembang hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi Pondok Pesantren di Sulawesi Barat dalam meneguhkan moderasi beragama melalui kurikulum pendidikan agamadan figur kiainya di masyarakat, studi kasus pada Pondok Pesantren Syekh Hasan Yamani dan Pondok Pesantren Darud Da’wah wal Irsyad (DDI) Baruga. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif-kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Penelitian ini menemukan bahwakedua pondok pesantren tersebut memainkan peran strategis dalam membangun nilai-nilai moderasi melalui kurikulum pendidikan yang komprehensif dan pengasuhan berbasis nilai keislaman, serta pembentukan karakter santri melalui pendekatan integral. Figur kiai menjadi sentral dalam menjaga nilai-nilai tradisi Islam moderat, sementara kemandirian lembaga pesantren diwujudkan melalui pengelolaan sumber daya ekonomi berbasis komunitas.
Pendampingan Pembelajaran Bahasa Arab Pada Anak Usia Dini di TPA Mesjid Nurul Huda Desa Barumbung Kecamatan Matakali Zulkiflih; Rahmat; Z., Husnah; Fakhruddin
MALAQBIQ Vol. 4 No. 1 (2025): Malaqbiq : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Barumbung memiliki mayoritas penduduk beragama Islam dengan pendidikan agama sebagai prioritas utama. Namun, pembelajaran bahasa Arab di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Mesjid Nurul Huda masih minim karena keterbatasan tenaga pengajar dan metode pembelajaran yang menarik. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dasar bahasa Arab anak usia dini melalui metode pembelajaran interaktif serta meningkatkan kompetensi guru dalam mengajarkan bahasa Arab. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Partisipatif (PAR), yang melibatkan observasi, diskusi, pendampingan pembelajaran. Hasilnya, 85% anak mampu mengenali kosakata dasar, 75% dapat melafalkan 15 kata Arab dengan benar, dan 70% memahami frasa sederhana dalam komunikasi sehari-hari. Guru mengalami peningkatan dalam mengembangkan metode pembelajaran kreatif, sementara orang tua lebih sadar akan pentingnya mendukung anak belajar bahasa Arab di rumah. Temuan ini sejalan dengan teori perkembangan anak yang menekankan pentingnya pembelajaran berbasis bermain dan dukungan lingkungan dalam pemerolehan bahasa. Kesimpulannya, adalah pendampingan bahasa Arab berbasis partisipatif meningkatkan keterampilan anak dan kompetensi guru, serta memperkuat peran orang tua dalam pendidikan agama anak. Model ini dapat diterapkan di TPA lain untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Arab secara berkelanjutan.
Dampak Bahasa Media Digital dalam Membentuk Nilai-Nilai Keluarga Modern Rahmat R; Safaruddin; Andi Hamzah; Husnah Z
AL-MUTSLA Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v7i2.1916

Abstract

Perkembangan pesat teknologi digital dan media sosial telah membawa perubahan signifikan dalam pola komunikasi dan nilai-nilai dalam keluarga modern. Media digital memungkinkan akses luas bagi anggota keluarga, terutama generasi muda, untuk berinteraksi dengan berbagai wacana nilai yang beragam, yang memengaruhi dinamika internal keluarga. Penggunaan bahasa di media sosial cenderung informal, singkat, dan mencampur kode bahasa, mencerminkan kecenderungan generasi milenial dan Gen Z. Fenomena "alone together" muncul di keluarga, di mana anggota fisik bersama namun psikologis terpisah karena fokus pada perangkat digital, yang menghambat komunikasi tatap muka dan keharmonisan keluarga. Literasi digital orang tua menjadi kunci agar dapat mendampingi anak secara efektif dalam pengelolaan teknologi, pengaturan waktu layar, dan pemilihan konten yang tepat demi perkembangan sosial dan emosional anak. Keluarga tetap menjadi institusi utama pembentukan karakter dan nilai moral melalui komunikasi interpersonal dan digital yang etis. Penelitian ini menekankan pentingnya sinergi antara pendidikan, orang tua, dan teknologi dalam membangun budaya literasi digital yang sehat serta menjaga keharmonisan sosial keluarga di era modern.