Pada dasarnya, teater adalah alat komunikasi yang menampilkan beberapa unit tanda di atas pentas. Ada kemungkinan bahwa makna dari teks naskah lakon sebelumnya dapat berubah karena pemahaman teater. Pemain adalah komponen yang dapat mengontrol makna tersebut. Pemain menggunakan bahasa dialog yang diucapkan untuk menggambarkan watak, karakter, dan hubungan mereka. Oleh karena itu, segmentasi digunakan untuk membuat sistem tanda bahasa pemain lebih mudah dipahami. “Gending Sriwijaya,” yang disutradarai oleh Ikhsan Bastian, adalah salah satu pertunjukan teater yang dianalisis dalam penelitian ini. Dialog pemain adalah sumber data penelitian ini. Di rekaman video pertunjukan, dialog didengarkan. Selanjutnya dianalisis berdasarkan bagaimana sistem tanda bahasanya dibagi menjadi bagian-bagian. Segmentasi tersebut disusun dalam tiga tingkatan, atau tingkatan fungsi tanda bahasa yang ditemukan dalam percakapan pemain. Tingkat-tingkatan ini adalah subjektif, inter-subjektif, dan objektif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter setiap pemain dapat diuraikan dengan menganalisis dialog pada tingkatan subjektif. Faktor sosial dan pribadi menentukan hubungan di tingkat inter-subjektif. Tokoh-tokohnya ditempatkan dalam status sosialnya masing-masing oleh faktor sosial, yaitu dua hubungan kekerabatan keluarga, Mahawangsa Dapunta dan Ki Goblek. Penghianatan menjadi komponen penting dalam hubungan karakter. Secara objektif, budaya Melayu Palembang adalah tempat dan budayanya. Cerita ini dimulai pada abad ke-16, setelah keruntuhan Sriwijaya.
Copyrights © 2025