Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisis dan menjelaskan faktor penyebab kerugian, tingkat kerugian, serta strategi yang dilakukan dalam menghadapi risiko tani pada petani padi di desa Pasirawi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel dipilih melalui teknik purposive sampling, dengan kriteria yaitu petani padi yang mengalami gagal panen. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi langsung terhadap responden dengan menggunakan kuesioner. Adapun data sekunder didapatkan dari institusi yang memiliki keterkaitan dengan penelitian ini. Metode analisis yang diterapakan adalah perhitungan pendapatan dengan rumus ? = TR – TC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil panen padi dari seluruh lahan seluas 6,5 hektar pada masa tanam periode Juli hingga Oktober 2024 hanya mencapai 280 kg, dengan harga jual Gabah Kering Panen (GKP) sebesar Rp6.000 per kg. Hal ini berarti petani hanya memperoleh penerimaan sebesar Rp1.680.000, sementara total biaya yang dikeluarkan mencapai Rp94.191.500 hektar. Dengan demikian, petani padi di Desa Pasirawi mengalami kerugian sebesar Rp92.511.500. Hama tikus menjadi faktor utama penyebab kerugian dan gagal panen. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengendalian hama yang lebih efektif serta dukungan kebijakan dari pemerintah untuk meningkatkan keberlanjutan pertanian dan pendapatan petani.
Copyrights © 2025