Pembelajaran sains menjadi aspek penting dalam membekali siswa menghadapi tantangan abad ke-21 yang menuntut kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan literasi teknologi. Untuk menjawab tantangan tersebut, kurikulum harus mampu mendorong siswa untuk aktif, kreatif, dan menerapkan konsep sains dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan kurikulum pembelajaran sains antara Indonesia dan Spanyol, serta mengidentifikasi praktik yang relevan untuk diadaptasi dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran sains di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka melalui analisis dokumen kurikulum, artikel ilmiah, dan kebijakan pendidikan dari kedua negara. Hasil analisis menunjukkan bahwa kurikulum di Indonesia masih dominan bersifat teoritis dan belum sepenuhnya mengintegrasikan praktik serta inovasi dalam pembelajaran. Sebaliknya, kurikulum di Spanyol lebih menekankan pendekatan berbasis proyek, kolaboratif, dan interdisipliner, serta memanfaatkan teknologi digital secara aktif. Meskipun Kurikulum Merdeka memberikan ruang untuk pembaruan, pelaksanaannya masih terkendala oleh keterbatasan pelatihan guru dan sarana pendukung. Oleh sebab itu, reformasi kurikulum yang adaptif terhadap pendekatan global dan relevan dengan kebutuhan siswa sangat diperlukan untuk mengoptimalkan pembelajaran sains di Indonesia.
Copyrights © 2025