Mekanisme pengendapan berbagai formasi dengan lingkungan yang beragam memerlukan pemahaman mendalam, sehingga diperlukan penelitian rinci mengenai sejarah pengendapan di daerah Jelegong. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi geologi dan menentukan sejarah pengendapan pada daerah Jelegong. Metode yang digunakan berupa analisis stratigrafi, yang didapatkan dari pengintegrasian data analisis petrografi, analisis paleontologi dan hubungan stratigrafi. Metode analisis stratigrafi merupakan kunci dalam mengetahui segala proses pengendapan yang terjadi pada daerah tersebut. Stratigrafi daerah penelitian dari tua ke muda yaitu Formasi Jampang (Tomj) tersusun atas litologi breksi fragmen andesit dan andesit. Formasi Halang (Tmph), Formasi Bentang (Tmpb), Formasi Kalipucang (Tmkl) dan Quarter Aluvium (Qa). Struktur geologi yang terdapat di daerah penelitian berupa sesar turun, sinklin, dan antiklin berdasarkan konsep pure shear. Sejarah geologi pembentukan daerah penelitian terbagi menjadi lima fase berdasarkan urutan skala waktu geologi. Fase pertama dimulai dengan pembentukan Formasi Jampang dari aktivitas vulkanisme pada Oligosen Akhir hingga Miosen Awal. Fase kedua dimulai saat Miosen Tengah pembentukan Formasi Kalipucang dan terjadi uplifting pada Formasi Jampang akibat aktivitas tektonik. Selanjutnya memasuki fase ketiga yaitu Miosen Akhir terendapkan Formasi Halang dan Formasi Bentang, hingga pada Kala Pliosen terbentuk lipatan berupa Antiklin Neglasari dan Sinklin Neglsari. Memasuki fase empat yaitu kala Pleistosen terbentuk sesar turun yaitu Sesar Jelegong, hingga di kala Holosen terendapkan material Quarter Aluvium (Qa).
Copyrights © 2025