Masalah utama dalam penelitian ini adalah siswa kelas empat di SDN Mantuil 4 kurang aktif, kurang termotivasi, dan kurang memahami sains dengan baik. Hal ini disebabkan karena siswa masih hanya mendengarkan guru saat belajar, sehingga tidak sepenuhnya terlibat dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melibatkan guru dan siswa lebih banyak lagi dan meningkatkan hasil belajar siswa serta motivasi mereka untuk belajar. Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilakukan sebanyak tiga kali pertemuan. Sebanyak lima belas siswa kelas IV SDN Mantuil 4 Banjarmasin menjadi subjek penelitian pada tahun ajaran 2023-2024. Data yang dikumpulkan adalah data kualitatif dan kuantitatif. Tes tertulis individual digunakan untuk mengumpulkan data kuantitatif, sementara observasi tindakan guru dan siswa digunakan untuk mengumpulkan data kualitatif. Data kualitatif dan kuantitatif digunakan untuk penelitian ini. Penelitian ini menemukan bahwa 91% guru menghadiri pertemuan ketiga, yang termasuk dalam kelompok "sangat baik". Hal ini terjadi ketika model Problem Based Learning, Example Non Example, dan Numbered Head Together disatukan. Sebanyak 87% siswa berpartisipasi sehingga menjadi kelompok yang sangat aktif. Motivasi siswa dalam kategori sangat tinggi mencapai 87%. Pada pembelajaran klasikal, capaian pembelajaran tuntas adalah 100%. Berdasarkan hasil penelitian, pembelajaran pada kurikulum IPA Kelas IV SDN Mantuil 4 dapat ditingkatkan dengan mengombinasikan model Problem Based Learning, Example Non Example, dan Numbered Head Together. Hal ini juga akan membuat siswa lebih tertarik dalam belajar, membuat guru lebih terlibat, dan membantu siswa belajar lebih banyak. Model Problem-Based Learning, Example Non-Example, dan Numbered Head Together semuanya harus digunakan bersama oleh guru untuk membuat siswa terlibat dan lebih berpartisipasi dalam kegiatan belajar. Hal ini akan membuat siswa lebih tertarik dalam belajar dan membantu mereka belajar lebih banyak.
Copyrights © 2025