Penelitian ini berjudul Analisis Perilaku Remaja Broken Home dan Penanganannya (Studi Kasus pada Siswa di SMA Negeri 5 Enrekang). Masalah utama penelitian ini adalah (1) Bagaimana gambaran perilaku remaja broken home, (2) faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya broken home, (3) Apa saja dampak broken home bagi remaja, (4) Bagaimana upaya penanganan dalam mengatasi masalah remaja broken home. Jenis penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumetasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) Gambaran perilaku remaja broken home yaitu jarang masuk sekolah, suka membolos, dan temperamental. (2) Faktor yang menyebabkan terjadinya broken home yaitu kematian orang tua, perceraian orang tua, ekonomi yang sulit, tertutupnya komunikasi antar anggota keluarga dan kurangnya kasih sayang dari orang tua, saling mementingkan ego masing-masing, pola asuh otoriter, dan kekerasan dalam rumah tangga. (3) Dampak broken home bagi remaja. yaitu kurang percaya diri, mengalami kecemasan dan khawatir dengan masa depan, kurangnya presentasi kehadiran, prestasi belajar menurun, membenci orang tua, trauma, sulit mengontrol emosi, dan anti sosial. (4) Upaya penanganan remaja broken home dengan konseling rational emotive behavior therapy (REBT). Dari hasil konseling REBT, subyek mulai bisa mengontrol rasa cemas dan bisa mengendalikan rasa trauma, subyek mulai menyadari pentingnya pendidikan.
Copyrights © 2025