Penelitian ini mengulas bagaimana mahasiswa rantau dan nonrantau beradaptasi dengan lingkungan serta budaya kampus. Menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara, ditemukan bahwa mahasiswa rantau menghadapi lebih banyak hambatan—seperti perbedaan budaya, bahasa, kesulitan bersosialisasi, dan tekanan psikologis—yang berdampak pada motivasi dan kedisiplinan. Di sisi lain, mahasiswa nonrantau cenderung lebih cepat menyesuaikan diri karena familiar dengan lingkungan, meskipun tetap mengalami tekanan akademik.Dukungan dari teman sebaya dan keterlibatan dalam aktivitas kampus membantu proses adaptasi keduanya. Temuan ini menyoroti perlunya pendekatan psikososial serta kebijakan kampus yang inklusif untuk mendukung integrasi seluruh mahasiswa dalam dunia perkuliahan.
Copyrights © 2025