Kasus pelecehan seksual pada laki-laki sering kali dipandang berbeda dibandingkan dengan kasus serupa pada perempuan, terutama di ruang digital seperti TikTok. Penelitian ini bertujuan menganalisis respons netizen di kolom komentar TikTok terhadap kasus tersebut serta mengungkap bias gender yang muncul. Dengan pendekatan kualitatif, data diperoleh melalui analisis isi dari tangkapan layar komentar yang relevan serta wawancara mendalam dengan beberapa pengguna aktif TikTok. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas netizen cenderung meremehkan pengalaman korban laki-laki, di mana mereka sering kali menggunakan humor atau justifikasi yang mengabaikan seriusnya peristiwa tersebut. Namun, ada juga komentar yang mendukung korban dan menuntut perlakuan setara bagi semua korban pelecehan seksual tanpa memandang gender. Penelitian ini mengungkap adanya standar ganda di masyarakat digital, yang dapat memperburuk ketidakadilan dalam penanganan kasus pelecehan seksual. Temuan ini menyoroti pentingnya meningkatkan kesadaran publik dan memperkuat literasi digital untuk menciptakan ruang online yang aman, setara, dan bebas bias gender.
Copyrights © 2025