Penanganan Gawat Darurat Gigitan Ular Berbisa bagi Kader Kesehatan. Indonesia merupakan negara tropis dengan wilayah pertanian, hutan dan perdesaan yang luas memungkinkan kasus gigitan ular berbisa yang cukup tinggi, walaupun sampai saat ini data resmi terkait jumlah kasus per tahunnya masih terbatas. Gigitan ular berbisa merupakan kegawatan medis karena dapat menyebabkan kerusakan jaringan lokal, perdarahan, gagal ginjal bahkan gagal napas dengan hasil akhir disabilitas permanen, amputasi tungkai atau bahkan kematian. Pertolongan pertama pre-hospital menjadi salah satu faktor yang sangat penting dalam menyelamatkan nyawa korban. Namun sampai saat ini pengetahuan masyarakat tentang pertolongan pertama pada korban gigitan ular masih rendah. Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) khusunya kepada para kader kesehatan yang dilakukan oleh Dosen Pembimbing dan Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Pringsewu, Lampung bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para kader dalam memberikan pertolongan pertama pada korban gigitan ular berbisa. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan demonstrasi. Hasil Kegiatan Peserta dapat memahami cara penanganan awal gawat darurat pada korban gigitan ular berbisa, dari 5 pertanyaan narasumber 100% benar dapat dijawab oleh peserta, dapat melakukan cara merawat luka bekas gigitan ular dan cara membidai area gigitan ular berbisa dengan tepat. Kemampuan praktek peserta mencapai 80%. Kesimpulan bahwa penyuluhan kesehatan pada kader kesehatan di Pekon Banyu Urip, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, Lampung dapat berjalan dengan baik dan seluruh peserta sangat antusias, tidak ada yang mengobrol atau mengantuk, serta aktif bertanya dan aktif dalam melakukan redemonstrasi. Penyuluhan kesehatan yang dilakukan dapat meningkatkan pengetahuan maupun keterampilan peserta terkait kegawatdaruratan pada kasus gigitan ular berbisa. Saran agar penyuluhan kesehatan selanjutnya diharapkan melakukan persiapan lebih matang terutama melaksanakan pre-test dan post-test kepada para kader untuk mengetahui besarnya peningkatan tingkat pengetahuan kader sebelum dan sesudah kegiatan.
Copyrights © 2025