Sebagian besar kesulitan makan pada bayi berkaitan dengan gangguan pertumbuhan, sedangkan kesulitan makan pada anak disertai dengan gangguan perkembangan. Kesulitan makan pada anak yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan malnutrisi, dehidrasi, berat badan kurang, ketidakseimbangan elektrolit, gangguan perkembangan kognitif, gangguan kecemasan, dan pada keadaan yang lebih parah dapat menjadi kondisi yang mengancam hidup (Antolis., 2012). Pijat Tui Na ini merupakan tehnik pijat yang lebih spesifik untuk mengatasi kesulitan makan pada balita dengan cara memperlancar peredaran darah pada limpa dan pencernaan, melalui modifikasi dari akupunktur tanpa jarum, teknik ini menggunakan penekanan pada titik meridian tubuh atau garis aliran energi sehingga relatif lebih mudah dilakukan dibandingkan akupuntur (Sukanta, P. , 2010). Metode pengabdian ini dilakukan dengan memberikan pelatihan pijat tu ina kepada ibu yang mempunyai balita stunting di posyandu podomoro. Hasil Pelatihan Pelatihan pijat Tu Ina telah dilaksanakan dengan melibatkan 15 ibu yang memiliki balita stunting di wilayah Pringsewu Barat. Kegiatan ini mendapat sambutan yang positif, dan para peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi pelatihan berlangsung. Dalam pelatihan ini, peserta diajarkan teknik dasar pijat Tu Ina yang difokuskan pada stimulasi fisik dan motorik balita. Setiap peserta berkesempatan mempraktikkan langsung teknik yang diajarkan dengan pendampingan instruktur profesional. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan ibu dalam melakukan pijat Tu Ina. Sebanyak 85% peserta menyatakan merasa lebih percaya diri dalam menerapkan pijat kepada anak mereka di rumah. Selain itu, peserta juga melaporkan adanya perubahan positif pada anak, seperti peningkatan nafsu makan, kualitas tidur yang lebih baik, dan pertumbuhan fisik yang mulai membaik.
Copyrights © 2025