Tingkat literasi di Indonesia masih tergolong rendah, meskipun tren peningkatan minat baca mulai terlihat dalam lima tahun terakhir. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan inovasi yang dapat menciptakan ruang belajar yang menyenangkan dan bermakna, terutama bagi anak-anak. Artikel ini membahas pengabdian masyarakat melalui pembangunan taman baca ramah dan interaktif di Desa Cakura, Kabupaten Takalar, oleh mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 69. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis potensi lokal. Mahasiswa melibatkan masyarakat secara aktif dalam pembangunan taman baca dan kegiatan belajar, termasuk menggambar, berhitung, dan menari. Salah satu inovasi utama adalah pemanfaatan sampah plastik menjadi bangku baca, sebagai upaya edukasi lingkungan sejak dini. Beragam latar belakang keilmuan mahasiswa mendukung kelancaran dan kekayaan program. Hasilnya menunjukkan bahwa taman baca mampu menjadi sarana efektif menumbuhkan budaya literasi dan partisipasi anak. Program ini juga memperlihatkan potensi mahasiswa sebagai agen perubahan sosial dan pentingnya kolaborasi komunitas dalam mewujudkan pendidikan inklusif dan berkelanjutan di tingkat desa.
Copyrights © 2024