Program pelatihan dan pendampingan untuk pemberdayaan Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kabupaten Pesisir Selatan bertujuan untuk meningkatkan daya saing dan kapasitas kelembagaan sentra IKM. Fokus utama kegiatan ini adalah Sentra Pengolahan Gambir di Kecamatan Sutera, yang menghadapi tantangan pemasaran, manajemen usaha, dan keterbatasan teknologi. Melalui pendekatan berbasis kebutuhan (needs assessment), pelatihan dirancang untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada pengelola IKM dan masyarakat setempat. Materi pelatihan mencakup manajemen usaha, diversifikasi produk, branding, pemasaran digital, serta pengelolaan wisata edukasi berbasis IKM. Metode evaluasi yang digunakan dalam pelatihan ini mencakup pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta, serta observasi langsung dan umpan balik kualitatif melalui kuesioner untuk menilai efektivitas penyampaian materi dan dampak pelatihan terhadap keterampilan praktis peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas peserta dalam mengelola usaha, terutama dalam memahami konsep wisata edukasi dan strategi pemasaran digital. Peserta juga mampu menerapkan keterampilan komunikasi publik yang mendukung promosi produk dan perluasan jaringan pemasaran. Program ini berhasil mendorong adopsi teknologi dalam pemasaran produk dan integrasi konsep wisata pada sentra IKM, yang memberikan nilai tambah pada produk dan meningkatkan daya tarik bagi wisatawan. Kendati terdapat keterbatasan, seperti waktu pelatihan yang terbatas dan cakupan peserta yang belum merata, kegiatan ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi pengembangan IKM di daerah tersebut. Implikasi dari program ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku IKM untuk menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan. Artikel ini mendokumentasikan proses dan hasil pelaksanaan program, serta memberikan wawasan bagi pengembangan model pemberdayaan IKM di wilayah lain.
Copyrights © 2025