Sekitar 20-30% pasien yang dirawat dengan gagal jantung dekompensasi akut akan mengalami penurunan fungsi ginjal saat dirawat di rumah sakit, dan 40-60% pasien dengan gagal jantung kronis mengalami penyakit ginjal kronik. Belum ada penelitian di Maluku Utara tentang hubungan antara fraksi ejeksi dan laju filtrasi glomerulus (LFG). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan fraksi ejeksi pada pasien gagal jantung dengan laju filtrasi glomerulus di RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie pada tahun 2018-2022. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan uji korelasi pearson guna mendapatkan hubungan fraksi ejeksi dan laju filtrasi glomerulus. Sampel pada penelitian ini sebesar 45 pasien yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Alat pengumpul data berupa rekam medik di RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie pada tahun 2018-2022. Karakteristik pasien gagal jantung paling banyak pada kelompok umur 18-65 tahun sebanyak 35 pasien (77,8%), berdasarkan jenis kelamin paling banyak pada laki-laki sebanyak 33 pasien (73,3%), berdasarkan serum kreatinin paling banyak pada kadar serum >1.3 mg/dL sebanyak 25 pasien (55,6%), berdasarkan fraksi ejeksi dengan ekokardigram paling banyak <40% sebanyak 19 pasien (42,2%), berdasarkan LFG paling banyak pada kelompok 89-60 mL/menit sebanyak 20 pasien (44,4%). Hubungan fraksi ejeksi dan LFG menunjukan hubungan positif kuat (r=0,689, p-value=0,000, 95% Cl). Terdapat hubungan antara fraksi ejeksi dengan laju filtrasi glomerulus pada pasien gagal jantung di RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie.
Copyrights © 2025