Pandai besi biasanya membuat pisau besar dari baja pegas bekas yang ditempa panas. Namun, proses penempaan membutuhkan lebih banyak energi dan peralatan. Selain itu, baja pegas bekas memiliki retakan mikro, deformasi, kelelahan, dan korosi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi struktur mikro dan kekerasan pisau yang tidak ditempa. Pisau dibuat dari pelat baja karbon kondisi baru (bukan baja bekas) dengan ketebalan 3 mm. Pelat baja dibentuk menggunakan gerinda tangan. Flame hardening pada pisau dilakukan dengan memanaskan baja menggunakan nyala api langsung pada suhu 800-900°C. Tiga jenis media pendingin yang digunakan adalah oli SAE 20W50, oli iso-rapid khusus untuk quenching, dan air dicampur 2,5% NaCl powder. Karakterisasi struktur mikro menggunakan mikroskop optik, dan uji kekerasan menggunakan metode Vickers. Hasil karakterisasi struktur mikro menunjukkan perubahan dari bainit menjadi martensit. Kekerasan tertinggi diperoleh dengan media quenching air dicampur 2,5% NaCl powder, tetapi menyebabkan retakan mikro pada baja. Kekerasannya adalah 810,09 HV pada sisi tebal dan 813,88 HV pada sisi tajam. Hasil terbaik diperoleh dengan oli iso-rapid karena menghasilkan kekerasan tinggi dan tidak menimbulkan retakan. Kekerasannya adalah 723,86 HV pada sisi tebal dan 728,53 HV pada sisi tajam.
Copyrights © 2025