Penelitian tindakan kelas hakekatnya dilakukan guna membuat guru menjadi lebih tanggap dan peka terhadap dinamika pembelajaran di kelas. Guru akan menjadi lebih kritis terhadap apa yang telah dilakukan dan juga murid lakukan di dalam kelas. Berdasarkan observasi menunjukkan bahwa para Guru bahasa Jepang khususnya di wilayah Semarang masih merasa kesulitan ketika menyusun proposal penelitian tindakan kelas, Dari 20 Guru bahasa Jepang yang di tanya, 15 orang menjawab mereka belum pernah melakukan penelitian tindakan kelas. Tiga belas orang menyatakan bahwa sudah sering mendengar istilah penelitian tindakan kelas, namun belum pernah melakukan. Penyebab utamanya karena tidak tahu mereka akan meneliti apa, tidak tahu bagaimana cara melaksanakan penelitian, dan tidak tahu bagaimana cara menyususn proposal penelitian tindakan kelas. Mereka merasa pembelajaran di kelas selama ini tidak ada permasalahan. Berdasarkan hasil wawancara tersebut maka perlu diberikan workshop supaya guru bahasa Jepang utamanya di kota Semarang dapat mengetahui seluk-beluk tentang penelitian tindakan kelas. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan selama 8 bulan kepada Guru bahasa Jepang se-kota Semarang. Tujuan program ini untuk mengatasi permasalahan mitra yaitu mengenai penelitian tindakan kelas. Cara mengatasi permasalahan mitra yaitu dengan memberikan workshop mengenai penelitian tindakan kelas, pendampingan bagaimana menemukan permasalahan di kelas, dan bagaimana menyusun proposal penelitian tindakan kelas.
Copyrights © 2025