Tujuan artikel ini menganalisis solidaritas dalam sistem Rakut Sitelu (tiga ikatan) dalam mengatur stabilitas masyarakat Karo melalui pendampingan kebudayaan. Menggunakan kualitatif dengan pendekatan analitis-deskriptif untuk menganalisis pemaknaan masyarakat atas nilai budaya Rakut Sitelu. Perjumpaan antara kekristenan dan budaya lokal dalam konteks masyarakat Karo terjadi secara masif dan didominasi oleh model pendidikan pendampingan Kristen. Dominasi kekristenan atas budaya lokal masyarakat Karo mengakibatkan Rakut Sitelu mengalami degradasi. Pada sisi lain, Rakut Sitelu menjadi mekanisme yang mengarahkan masyarakat berada dalam solidaritas seperti mengatur adat perkawinan dan kontrol tata cara kehidupan sehari-hari. Hasil temuan membahas mengenai sistem solidaritas dalam Rakut Sitelu bagi masyarakat Karo. Menganalisis aspek-aspek pendampingan kebudayaan dalam Rakut Sitelu dalam mengontrol tata-cara kehidupan masyarakat karo mulai dari unsur formal maupun informal. Tahap akhir atau kesimpulan berupaya untuk memberi kontribusi dengan mengintegrasikan hasil analisis.
Copyrights © 2025