Tujuan artikel ini menganalisis solidaritas perlawanan komunitas Punk (Public United Not Kingdom) Taring Babi Jakarta Selatan atas ketidakadilan kultur dominan seperti agamaisasi dan ideologi kapitalisme. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analitis-deskriptif untuk menganalisis secara mendalam gerakan komunitas Punk. Komunitas Punk selama ini mengalami stigma negatif oleh masyarakat agamis karena dianggap menyimpang dari masyarakat pada umumnya. Kekerasan terhadap komunitas Punk Taring Babi Jakarta Selatan telah mengakibatkan komunitas termarjinalisasi. Kultur dominan misalnya, budaya agamaisasi, ideologi kapitalisme dan kekerasan atas nama negara. Hasil temuan pertama menjelaskan tentang komunitas Punk telah mengalami marjinalisasi oleh kultur dominan ‘agama dunia’ dan ideologi kapiatalisme. Kedua, solidaritas komunitas Punk Taring Babi memproduksi ruang kebebasan melalui simbol-simbol komunitas seperti taring babi, industri pakaian dan panggung konser. Tahap akhir merupakan kesimpulan yang mengintegrasikan hasil temuan dan analisis.
Copyrights © 2025