Denominasi gereja-gereja di Indonesia sebagian besar disebabkan adanya perselisihan dan perpecahan dalam gereja karena faktor budaya, pandangan doktrin yang berbeda, politik kekuasaan dalam gereja, persoalan liturgika, sehingga terjadi konflik dan membuka denominasi gereja baru. Hingga beberapa pimpinan gereja dan jemaat menganggap gerejanyalah yang paling benar yang sesuai dengan firman Allah dan ajaran Kristus serta mengelompokan diri menurut bapak rohani mereka. Akibat banyak denominasi gereja-gereja di Indonesia sangat berdampak dalam kualitas iman jemaat yang menyebabkan ketidak konsistenan jemaat sehingga sering berpindah-pindah gereja, perceraian keluarga atau pergantian jemaat (pindah gereja, saling merebut jemaat) menjadi suatu permasalahan antar gereja mengakibatkan ketidakpastian jemaat dapat menyebabkan fragmentasi dalam kehidupan bergereja. Persoalan inilah penulis mencoba melihat pergumulan gereja mula-mula di Korintus dengan menafsir teks kitab 1 Korintus 3:10-23 melalui pendekatan metode Social Scientific-Criticism (Kritik Sosiologi). Bagaimana pangalaman jemaat dan bagaimana pandangan Paulus tentang Firman Allah kepada jemaat mula-mula di Kota Korintus yang pada saat itu terjadi perselisihan jemaat pengkotak-kotakan kelompok Apolos, Kefas, Paulus, Kristus, karena beda pandangan tentang pengajaran, budaya, dan status sosial jemaat dengan merelevansikan gereja-gereja yang ada di Indonesia pada masa kini.
Copyrights © 2025