Kemiskinan struktural, yang merupakan bentuk kemiskinan akibat ketidakadilan sosial, saat ini menjadi fenomena yang berkembang dalam kehidupan. Ketidakadilan sosial yang berupa penindasan, penjajahan, dan dominasi kelompok yang lebih kuat terhadap kelompok yang lebih lemah merupakan sebuah isu yang memprihatinkan. Dalam konteks inilah gereja hadir di dunia, yang berarti gereja juga berada di tengah-tengah masalah kemiskinan struktural ini. Sebagai lembaga dengan misi membawa perdamaian Kerajaan Allah, gereja tidak boleh mengabaikan fenomena kemiskinan tersebut. Gereja harus bertindak dan mengambil sikap sesuai dengan misinya untuk menghadapi situasi yang memprihatinkan ini. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi peran gereja sebagai agen perubahan sosial yang berpihak pada kemiskinan demi tercapainya kesejahteraan umat. Alat yang digunakan untuk menunjukkan peran gereja dalam mengatasi kemiskinan ini adalah Yeremia 29:7. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan pendekatan studi pustaka dan eksegesis kritik teks terhadap Yeremia 29:7. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa dengan pemahaman yang benar dan mendalam terhadap Yeremia 29:7, gereja dapat mengembangkan strategi yang nyata untuk mewujudkan kesejahteraan umat, sehingga gereja selalu berada di pihak yang berpihak pada kemiskinan.
Copyrights © 2024