Pertumbuhan gereja tampak dari kualitasnya bertahan hidup. Namun, ketahanan hidupnya juga ditentukan oleh pertambahan kuantitas. Jika berkurang, gereja berusaha untuk menambah populasinya. Alih-alih menargetkan orang non-Kristen, sebagian gereja dalam kasus tertentu, memilih untuk mengambil orang yang sudah beragama Kristen. Berdasarkan hal itu, ada kesenjangan pengetahuan yang harus direspons secara saintifik. Artikel ini membahas tentang urgensi penginjilan dan maknanya bagi pertumbuhan jemaat yang sesuai dengan konteks Indonesia. Tujuan artikel ini ialah memberikan solusi menjadi Kristen Evangelis yang tidak mengisolasikan diri berdasarkan analisis mengonstruksi penginjilan karitatif di lingkungan heterogen. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan reviu literatur yang bersifat naratif. Penelitian ini telah membuktikan bahwa tindakan sosial sebagai bentuk penginjilan karitatif efektif dalam menjangkau komunitas yang beragam. Itu berdasar pada praktik merepresentasikan figur Yesus Kristus. Kontribusi penginjilan karitatif terletak pada upaya merevitalisasi natur gereja sebagai pemegang amanah pemberitaan Injil, agar tetap bermultiplikasi di era kontemporer maupun masa depan.
Copyrights © 2025