Radikalisme dan fundamentalisme teologis masih menjadi tantangan serius dalam pendidikan Kristen, terutama ketika pemahaman ajaran agama dilakukan secara sempit dan eksklusif. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pendekatan moderasi dan inklusivitas dalam pendidikan Kristen dapat membangun resistensi terhadap kecenderungan radikal dan fundamentalis di dunia pendidikan. Dengan menggunakan metode studi kepustakaan (library research), penelitian ini mengkaji tiga aspek utama: (1) radikalisme dan fundamentalisme dalam konteks pendidikan Kristen, (2) konsep moderasi dalam pendidikan Kristen, (3) karakter pendidikan Kristen yang moderat dan inklusif, dan (4) strategi resistensi terhadap radikalisme teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Kristen yang mengedepankan hermeneutika kontekstual, kurikulum berbasis kasih dan toleransi, serta dialog sehat antara iman dan akal, mampu membentuk sikap keagamaan yang terbuka dan damai. Pendidikan seperti ini tidak hanya memperkuat iman yang sehat, tetapi juga berperan strategis dalam menciptakan keharmonisan di tengah masyarakat multikultural.
Copyrights © 2025