Penelitian ini mengkaji bagaimana teori behaviorisme yang dicetuskan John B. Watson relevan dalam konteks teknologi pendidikan. Teori ini berfokus pada pembentukan perilaku melalui stimulus-respons, telah mempengaruhi desain pembelajaran, khususnya dalam lingkungan digital. Teori ini memiliki kelemahan karena kurang memperhatikan aspek kognitif dan afektif siswa. Penelitian ini menggunakan metode Literature Review dengan menganalisis beberapa artikel dari laman Google Scholar yang relevan dengan topik. Hasil penilitian menunjukkan bahwa teori behaviorisme John B. Watson harus dipadukan dengan pendekatan lain yang lebih menyeluruh untuk mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi yang efektif.
Copyrights © 2025