Artikel ini berusaha untuk membahas dan mengalisa tentang konsep fundamentalisme dan moderasi dalam beragama serta bagaimana relasinya dengan pemikiran para Sufi Nusantara dan Sufi Persia dalam menginterpretasikan ayat-ayat al-Qur’an yang mengajarkan keseimbangan dalam setiap dimensi kehidupan. Untuk menganalisa pembahasan ini Penulis menggunakan metode analitis-deskriptif, yang Pada akhirnya penelitian ini mencapai kesimpulan bahwa konsep Fundamentalisme telah mempengaruhi alam bawah sadar pengikutnya yang kemudian menyebabkan kekakuan cara berpikir. Mereka yang beranggapan sama dengan mereka dianggap sebagai muslim sejati, sedangkan mereka yang mempertanyakannya, atau berbeda pendapat dengan mereka dinilai menyimpang dan keluar dari Islam, atau bahkan “kafir” dan dihalalkan darahnya. Namun dalam tradisi tasawuf, para sufi dengan berpegang pada ajaran-ajaran Al-Qur'an, hadis Nabi, dan warisan para sufi sebelum mereka, berusaha untuk menggambarkan masyarakat yang ideal di mana semua lapisan masyarakat dari berbagai agama dan paham dapat hidup berdampingan dengan damai dan saling mencintai.
Copyrights © 2025