Penelitian ini mengkaji pengaruh branding politik melalui media sosial oleh calon gubernur Jawa Tengah terhadap persepsi pemilih muda, khususnya mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya, pada Pilkada 2024. Penelitian bertujuan menganalisis efektivitas strategi branding dalam mendorong pembentukan persepsi positif dan meningkatkan partisipasi pemuda. Menggunakan metode survei kuantitatif dengan kuesioner skala Likert 4 poin, data dikumpulkan dari 200 mahasiswa. Hasil menunjukkan bahwa branding politik berpengaruh signifikan terhadap persepsi pemilih muda (koefisien regresi 0,346, R² = 0,395), menjelaskan 39,5% variasi persepsi. Interaksi audiens dan relevansi pesan menjadi indikator utama, meskipun konten sering kali kurang menangani isu pendidikan dan keberlanjutan. Strategi komunikasi yang kreatif, autentik, dan berfokus pada pemuda dapat meningkatkan keterlibatan dan mengurangi apatisme pemilih. Temuan ini terbatas pada konteks mahasiswa STABN Raden Wijaya, sehingga generalisasi memerlukan penelitian lebih lanjut.
Copyrights © 2025