Fenomena Korean Pop (K-Pop) telah menjadi bagian dari arus budaya global yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan sosial di Indonesia, terutama di kalangan generasi muda. Arus ini tidak hanya membentuk preferensi musik dan hiburan, tetapi juga memengaruhi gaya hidup, cara berkomunikasi, serta pembentukan identitas individu maupun kolektif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji fenomena K-Pop sebagai gejala sosial melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur yang melibatkan berbagai sumber akademik dan data terkini. Pembahasan mencakup pengaruh K-Pop terhadap pembentukan identitas sosial, terbentuknya komunitas penggemar yang bersifat lintas daerah dan lintas budaya, serta peran media sosial sebagai penggerak utama dalam menyebarluaskan budaya K-Pop. Selain itu, kajian ini juga menyoroti bagaimana K-Pop menjadi komoditas budaya global yang memicu perilaku konsumerisme, terutama melalui pembelian album, merchandise, dan produk-produk yang diasosiasikan dengan idol K-Pop. Komodifikasi budaya ini menunjukkan adanya relasi antara budaya populer dan sistem ekonomi global. Hasil kajian menunjukkan bahwa K-Pop tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga membentuk ruang sosial baru, memperkuat relasi antarkelompok, dan menimbulkan dinamika antara budaya lokal dan budaya global. Oleh karena itu, penting adanya pemahaman kritis terhadap fenomena ini agar masyarakat dapat merespons budaya populer secara lebih bijak, kontekstual, dan reflektif terhadap nilai-nilai lokal.
Copyrights © 2025