Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru PPKn dalam membangun karakter integritas siswa sebagai upaya pencegahan perundungan, mengidentifikasi strategi yang digunakan, serta menganalisis faktor pendukung dan penghambatnya. Studi dilakukan di SMP Sunan Giri, Kota Probolinggo, Jawa Timur, dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta dokumentasi aktivitas pembelajaran dan program sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PPKn memainkan peran strategis dalam menanamkan nilai integritas melalui pembelajaran di kelas dan kegiatan ekstrakurikuler seperti OSIS dan kepramukaan. Strategi yang digunakan mencakup pembelajaran kolaboratif, penekanan pada nilai kejujuran dan tanggung jawab, serta keteladanan guru. Program sekolah “LAWAS” (Laporin WA Saja) juga menjadi sarana efektif dalam mencegah perundungan melalui pelibatan aktif siswa dan guru. Faktor pendukung utama meliputi dukungan kepala sekolah dan sesama guru, sedangkan hambatan utama adalah minimnya perhatian orang tua dan pengaruh negatif media sosial. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan karakter integritas siswa melalui peran aktif guru PPKn dapat menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan. Kolaborasi antara sekolah dan keluarga sangat penting sebagai faktor keberhasilan. Namun, keterbatasan dalam studi ini terletak pada cakupan lokasi penelitian yang terbatas, sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasikan secara luas.
Copyrights © 2025