Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak intensitas penggunaan aplikasi belanja online terhadap pola konsumsi remaja di Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Remaja sebagai generasi digital menunjukkan kecenderungan tinggi terhadap perilaku konsumtif akibat kemudahan akses, fitur menarik, serta pengaruh media sosial. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik purposive sampling terhadap remaja usia 15–18 tahun yang aktif menggunakan aplikasi belanja online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi seperti Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop memicu pembelian impulsif, perubahan gaya hidup menjadi konsumtif, dan risiko pengelolaan keuangan yang buruk, terutama karena fitur kredit seperti PayLater. Faktor sosial dan paparan promosi turut memperkuat kebiasaan konsumsi emosional dibandingkan kebutuhan rasional. Penelitian ini merekomendasikan perlunya edukasi finansial dan pembinaan perilaku konsumtif sejak dini sebagai langkah preventif membentuk generasi muda yang bijak secara finansial.
Copyrights © 2025