Stabilitas sistem perbankan sangat dipengaruhi oleh kualitas aset yang dimiliki, salah satunya tercermin dari tingkat kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL). NPL dapat mencerminkan efektivitas manajemen risiko dan efisiensi operasional suatu bank. BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) dan CAR (Capital Adequacy Ratio) merupakan dua indikator penting yang menggambarkan efisiensi dan ketahanan permodalan dalam menghadapi risiko kredit. Kajian terhadap data keuangan Bank Mega periode 2013–2023 menunjukkan adanya fluktuasi signifikan pada ketiga variabel tersebut. Nilai BOPO cenderung menurun sejak tahun 2013 hingga 2021, namun mengalami kenaikan kembali hingga 2023. CAR mengalami peningkatan signifikan hingga 2020 dan stabil pada tahun-tahun berikutnya. Sebaliknya, NPL mengalami penurunan hingga 2021 namun kembali naik dalam dua tahun terakhir. Analisis kuantitatif melalui uji regresi linear berganda menunjukkan bahwa BOPO berpengaruh positif dan signifikan terhadap NPL, sedangkan CAR berpengaruh negatif namun juga signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa efisiensi operasional yang buruk cenderung meningkatkan kredit bermasalah, sementara kecukupan modal yang baik mampu menekan risiko kredit. Hasil ini menegaskan pentingnya pengelolaan efisiensi dan modal sebagai langkah strategis dalam mengendalikan risiko kredit di perbankan, khususnya pada Bank Mega.
Copyrights © 2025