Pernikahan merupakan bagian penting dalam kehidupan sosial. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, Jawa Tengah menempati urutan ketiga dalam angka perceraian tertinggi. Berbagai faktor, seperti tekanan ekonomi, sosial, dan budaya, dapat memengaruhi kepuasan pernikahan. Penelitian ini mengkaji hubungan antara bahasa cinta dengan kepuasan pernikahan di Jawa Tengah, dengan mempertimbangkan faktor sosial, budaya, dan ekonomi. Tantangan utama yang dihadapi pasangan di wilayah ini meliputi persaingan ekonomi yang tinggi, beban kerja yang meningkat, serta tekanan sosial dari keluarga besar yang masih memegang norma budaya tradisional. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis korelasi pada 125 pasangan yang telah menikah minimal lima tahun dan memiliki anak. Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif signifikan antara penerapan bahasa cinta dan kepuasan pernikahan (r = 0,582, p < 0,05). Temuan ini memberikan wawasan bagi pasangan untuk lebih memahami dan menerapkan bahasa cinta guna meningkatkan kualitas hubungan. Penelitian ini juga berkontribusi bagi program edukasi pernikahan dan konseling keluarga. Kata kunci: bahasa cinta, kepuasan pernikahan, pasangan menikah
Copyrights © 2025