Perkembangan karakteristik peserta didik generasi Z menuntut perubahan paradigma dalam layanan Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah. Guru BK di era ini dituntut tidak hanya memahami kebutuhan psikososial siswa, tetapi juga mampu menyampaikan layanan secara kreatif, inspiratif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Workshop Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) di Banyuwangi menyoroti pentingnya penguatan keterampilan public speaking dan inovasi sebagai dua pilar utama dalam transformasi peran guru BK. Public speaking efektif menjadi alat untuk membangun komunikasi yang persuasif dan motivasional dengan siswa, sedangkan inovasi mendorong pembaruan pendekatan layanan berbasis kebutuhan dan preferensi generasi digital. Artikel ini membahas urgensi kedua kompetensi tersebut, refleksi hasil workshop, serta strategi pengembangan guru BK yang mampu menjawab tantangan di era Gen Z. Ditekankan bahwa public speaking dan inovasi bukan hanya keterampilan tambahan, melainkan kebutuhan esensial dalam membangun layanan BK yang adaptif, berdaya saing, dan berorientasi pada pemberdayaan peserta didik.
Copyrights © 2025