Pemahaman terhadap al-Qur’an di era kontemporer mengalami pergeseran metodologis dari pendekatan tradisional menuju pendekatan yang lebih kontekstual dan rasional. Salah satu tokoh penting dalam gelombang ini adalah Abid al-Jabiri, filsuf asal Maroko yang menawarkan pendekatan epistemologis dalam memahami al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan mengkaji kontribusi al-Jabiri terhadap studi Qur’an dengan menekankan pentingnya penafsiran berdasarkan urutan kronologis turunnya wahyu serta kritiknya terhadap pendekatan ideologis dan dogmatis dalam tafsir klasik. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan kepustakaan terhadap karya-karya utama al-Jabiri seperti Madkhal ila al-Qur’an al-Karim dan Fahm al-Qur’an al-Hakim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Jabiri menekankan pentingnya pembebasan intelektual melalui pendekatan objektif terhadap al-Qur’an (konsep epoche) serta perlunya pemisahan antara ideologi dan teks suci. Pendekatan al-Fashl dan al-Washl yang ditawarkannya menjadi upaya untuk menjadikan al-Qur’an kontekstual dan relevan dengan zaman modern. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa epistemologi kritis al-Jabiri dapat dijadikan sebagai jembatan metodologis antara tradisi dan modernitas dalam studi tafsir al-Qur’an.
Copyrights © 2025