Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

R KRITIK EPISTEMOLOGIS TERHADAP KONTRIBUSI ABID AL-JABIRI ATAS STUDI QURAN Rizki Ramadhan Sitepu; Moh Firdaus HN; Muhammad Falihul Anam
EL-MAQRA' Vol 5 No 1 (2025): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v5i1.11675

Abstract

Pemahaman terhadap al-Qur’an di era kontemporer mengalami pergeseran metodologis dari pendekatan tradisional menuju pendekatan yang lebih kontekstual dan rasional. Salah satu tokoh penting dalam gelombang ini adalah Abid al-Jabiri, filsuf asal Maroko yang menawarkan pendekatan epistemologis dalam memahami al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan mengkaji kontribusi al-Jabiri terhadap studi Qur’an dengan menekankan pentingnya penafsiran berdasarkan urutan kronologis turunnya wahyu serta kritiknya terhadap pendekatan ideologis dan dogmatis dalam tafsir klasik. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan kepustakaan terhadap karya-karya utama al-Jabiri seperti Madkhal ila al-Qur’an al-Karim dan Fahm al-Qur’an al-Hakim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Jabiri menekankan pentingnya pembebasan intelektual melalui pendekatan objektif terhadap al-Qur’an (konsep epoche) serta perlunya pemisahan antara ideologi dan teks suci. Pendekatan al-Fashl dan al-Washl yang ditawarkannya menjadi upaya untuk menjadikan al-Qur’an kontekstual dan relevan dengan zaman modern. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa epistemologi kritis al-Jabiri dapat dijadikan sebagai jembatan metodologis antara tradisi dan modernitas dalam studi tafsir al-Qur’an.
Modernitas dan Konteks Sosial dalam Penafsiran Al-Qur’an: Studi Komparatif QS. Al-Baqarah [2]: 256 dalam Tafsir Al-Manār dan Tafsir Al-Azhar Moh Firdaus HN
Contemporary Quran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Sunan Kalijaga Islamic State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aims to comparatively examine the interpretation of QS. Al-Baqarah [2]:256 in two influential modern tafsir works: Tafsir al-Manār and Tafsir al-Azhar. The analysis focuses on their methodological approaches, social contexts, and discursive orientations. Employing a comparative-hermeneutic framework and contextual discourse analysis, this study finds that although both interpretations reject religious coercion, they exhibit significantly different interpretive styles and argumentative strategies. Al-Manār employs a rational-philosophical and apologetic approach, clearly targeting intellectuals, reformists, and a global readership amid the 20th-century Islamic reform movement in Egypt. In contrast, al-Azhar emphasizes psychological, contextual, and populist dimensions, aiming at the general public, students, and local Indonesian figures in the post-colonial era. These findings underscore that tafsir is not merely the result of textual understanding but also a dynamic expression of the interplay between text, interpreter, and socio-cultural context. This study offers a valuable contribution to strengthening religious moderation through Qur’anic interpretation studies.