Tanaman pecut kuda (Stachytarpheta jamaicensis) merupakan salah satu gulma yang banyak digunakan oleh masyarakat di pedalaman Kalimantan Barat untuk pengobatan malaria, demam dan hepatitis. Masyarakat selalu menggunakan rebusan akar untuk pengobatan tradisional. Penelitian ini akan mengungkapkan aktivitas hepatoprotektor ekstrak etanol akar pecut kuda dengan variasi pengeringan dan maserasi. Sampel akar pecut kuda dilakukan pengeringan secara kering angin dan oven pada suhu 35oC. Proses ekstraksi dilakukan secara maserasi, sokletasi dan perkolasi. Semua ekstrak etanol dilakukan pengujian fitokimia serta kadar total fenolik dan flavonoid. Ekstrak etanol dengan kadar total fenolik dan flavonoid terbaik dilakukan uji aktivitas hepatoprotektor terhadap mencit yang diinduksi parasetamol 500 mg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol akar pecut kuda yang dilakukan pengeringan kering angin dan ekstraksi secara maserasi menunjukkan aktivitas hepatoprotektor terbaik yaitu pada dosis 100 mg/100 g BB menunjukkan SGPT 112,3±2,11 (U/L) dan SGOT 90,4±1,31 (U/L) dengan pembanding curliv 50 mg/100 g BB yang menunjukkan SGPT 109,2±1,91 (U/L) dan SGOT 72,8±1,62 (U/L). Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol akar pecut kuda potensial sebagai hepatoprotektor. Skrining fitokimia menunjukkan bahwa metabolit sekunder golongan fenolik dan flavonoid berperan penting dalam aktivitas hepatoprotektor tersebut.
Copyrights © 2025