Krisis ekologis global menuntut pendidikan yang mengintegrasikan kearifan lokal sebagai sumber pembelajaran yang kontekstual dan berkelanjutan. Suku Anak Dalam (SAD) di Jambi, Indonesia, memiliki sistem tebang pilih yang mencerminkan kearifan lokal dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan dan keanekaragaman hayati. Penelitian ini bertujuan mengkaji praktik tersebut melalui pendekatan etnosains dengan fokus pada analisis nilai-nilai spiritual dan ekologis yang mendasarinya. Metode kualitatif digunakan dengan teknik observasi, wawancara terhadap ketua adat, guru, dan siswa di kawasan Bukit Duabelas, serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem tebang pilih SAD didasarkan pada prinsip ekologis dan nilai spiritual yang mendukung pelestarian keanekaragaman hayati. Analisis etnosains mengungkap keterkaitan antara tradisi lokal dan prinsip ilmiah dalam konservasi. Studi ini merekomendasikan pengembangan rancangan pembelajaran konservasi berbasis etnosains sebagai pendekatan kontekstual dalam pendidikan lingkungan.
Copyrights © 2025