Pendidikan nonformal berfungsi sebagai penambah, pengganti dan pelengkap pendidikan formal. Salah satu satuan pendidikan nonformal adalah Pendidikan Kesetaraan Paket C di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Program ini ditujukan untuk masyarakat dari berbagai latar belakang yang menyebabkan mereka tidak pernah atau putus sekolah, serta mereka yang ingin meningkatkan keterampilan hidup. Pandemi Covid-19 telah membatasi banyak aspek kehidupan, termasuk pendidikan, sehingga model pembelajaran hybrid yang menggabungkan pembelajaran tradisional dan online diimplementasikan di PKBM AKSI Kota Bandung sejak tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran hybrid pada Pendidikan Kesetaraan Paket C di PKBM AKSI Kota Bandung, mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat, serta hasil pembelajarannya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran hybrid telah terlaksana dengan baik meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Faktor pendukung meliputi kemenarikan, hemat biaya, fleksibilitas dan peluang kolaborasi lintas daerah. Sementara itu, faktor penghambat meliputi kurangnya budaya belajar, kesenjangan teknologi, kurangnya literasi digital, dan kurangnya interaksi sosial. Hasil dari pembelajaran hybrid menunjukkan dampak positif dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik warga belajar.
Copyrights © 2025