Penelitian ini menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka di Kota Makassar, yang bertujuan untuk memahami efektivitas strategi yang diterapkan oleh guru serta relevansi pelatihan yang diterima. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik cluster sampling, melibatkan 52 satuan pendidikan di tingkat SD dan SMP. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 82,69% responden menilai strategi yang diterapkan berada dalam kategori "Sangat Baik," dan 79,61% menganggap relevansi pelatihan sebagai "Baik." Temuan ini mengindikasikan bahwa guru di Makassar telah beradaptasi dengan baik terhadap Kurikulum Merdeka. Implikasi dari temuan ini menunjukkan perlunya dukungan tambahan bagi guru yang merasa kurang siap, serta pengembangan program pelatihan yang lebih relevan. Kebijakan pendidikan sebaiknya fokus pada peningkatan akses dan kualitas pendidikan, terutama di daerah terpencil dan jauh dari pusat Kota Makassar, untuk memastikan bahwa semua siswa dapat memanfaatkan kurikulum yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan mereka.
Copyrights © 2025