Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak dari kerusakan bangunan irigasi yang diakibatkan oleh banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Larompong dan Kecamatan Suli barat Kabupaten Luwu. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif yang menggunakan angka dalam pengumpulan dan analisis data yang terukur, hasil penelitian menunjukkan beberapa dampak yang ditimbulkan akibat kerusakan pada bendung dan aliran sungai, beberapa bendung yang rusak diantaranya bendung lacippa, bendung temboe, bendung larompong ,bendung kaili hulu, bendung salubua dan bedung mamara dengan total layanan irigasi 1.602 Ha, saluran sungai terjadi abrasi yang menyebabkan kerusakan pemukiman penduduk, persawahan, jalan dan sarana infrastruktur lainnya. Dengan kondisi seperti diatas maka dipastikan akan berdampak pada kerugian sosial dan ekonomi khususnya di dua kecamatan tersebut. The purpose of this study was to determine the impact of damage to irrigation structures caused by floods and landslides that occurred in Larompong District and Suli Barat District, Luwu Regency. The type of research used is quantitative research that uses numbers in collecting and analyzing measurable data, the results of the study showed several impacts caused by damage to dams and river flows, several damaged dams include Lacippa dam, Temboe dam, Larompong dam, Kaili Hulu dam, Salubua dam and Mamara dam with a total irrigation service of 1,602 Ha, river channels experienced abrasion which caused damage to residential areas, rice fields, roads and other infrastructure facilities. With conditions like the above, it is certain that it will have an impact on social and economic losses, especially in the two sub-districts.
Copyrights © 2025