Kemampuan berdiskusi peserta didik di Sekolah, umumnya masih terlihat cenderung tidak percaya diri dan malu dalam mengungkapkan persetujuan, bantahan, pikiran, ide bahkan pendapat saat sedang berdiskusi. Akibatnya, banyak peserta didik yang kurang bekerjasama saat kegiatan berdiskusi karena hanya menjadi milik peserta didik yang aktif dan tidak semua peserta didik secara merata bisa mengungkapkan idenya. Adapun tujuan penelitian ini yakni mendeskripsikan pengaruh metode Take and Give Learning, metode Jig Saw, dan perbedaan metode Take and Give Learning dan metode Jig Saw terhadap kemampuan berdiskusi peserta didik kelas X pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Pabuaran. Penelitian ini memanfaatkan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dan pemilihan desain berupa pretest-posttest control group design. Teknik pengambilan sampel dengan cluster class. Teknik pengumpulan data dari hasil tes menulis yang disampaikan secara lisan berupa pretest-posttest kelas eksperimen dan kontrol dengan instrumen penilaian yakni, kelancaran, ketepatan stile penuturan, ketepatan kalimat, ketepatan kata, pemahaman, keruntutan penyampaian gagasan, kemampuan berargumentasi, keaslian dan keakuratan gagasan. Hasil menunjukkan pengaruh metode Take and Give Learning dengan rata-rata nilai pretest sebesar 59,56 dan nilai posttest sebesar 82,16. Kemudian, pengaruh metode Jig Saw dengan rerata nilai pretest sebesar 57,67 dan nilai posttest sebesar 74,2. Selanjutnya, hasil perbedaan posttest menunjukkan metode Take and Give Learning lebih unggul dengan selisih sebesar 7,96 poin. Disimpulkan bahwa metode Take and Give Learning lebih unggul dibandingkan dengan metode Jig Saw untuk diterapkan dalam meningkatkan kemampuan berdiskusi peserta didik.
Copyrights © 2025