Gedung Juang 45 Bekasi adalah salah satu bangunan yang sudah terdaftar sebagai bangunan cagar budaya sejak tahun 1999 pada laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Hal ini menandakan gedung tersebut memiliki nilai sejarah. Mengingat statusnya sebagai cagar budaya maka perlu dilestarikan agar nilai sejarahnya tidak hilang atau rusak dimakan waktu serta aktifitas di dalamnya. Pada kegiatan ini dilakukan pemodelan 3D Gedung Juang 45 Bekasi menggunakan integrasi data foto terestris dan foto aerial. Pengambilan data foto meliputi eksterior bangunan. Data foto selanjutnya akan dilakukan pengolahan sampai menghasilkan luaran point cloud yang merepresentasikan bangunan secara keseluruhan. Data point cloud digunakan sebagai acuan pembuatan model 3D dengan mengkombinasikan interpretasi dari data foto. Model 3D yang dibuat kemudian diuji ketelitian geometrinya menggunakan hasil ukuran langsung pada objek sebenarnya menggunakan alat ukur distometer. Tujuan dilakukan pengujian pada model 3D untuk mengetahui tingkat kedetailan dan kesesuaian model 3D dengan standar ketelitian Level of Detail (LoD) 3. Hasil akhir dari kegiatan ini berupa model 3D Gedung Juang 45 Bekasi dengan LoD3. Pengujian model 3D menggunakan perhitungan Root Mean Square Error (RMSE) yang menghasilkan nilai sebesar 0,034 m dan sudah memenuhi standar LoD3 yaitu < 0,5 m serta uji t menghasilkan nilai 0,208.
Copyrights © 2025