Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) sering kali masih didominasi pendekatan normatif-doktrinal yang kurang membuka ruang dialog kritis dan reflektif antara peserta didik dengan realitas sosialnya. Dalam konteks ini, hermeneutika filosofis Hans-Georg Gadamer menawarkan pendekatan yang relevan untuk menjembatani teks-teks keagamaan dengan dinamika kehidupan kontemporer. Konsep-konsep kunci seperti pra-pemahaman (prejudices), dialog, dan fusion of horizons (peleburan cakrawala) memberikan kerangka teoritis bagi proses pemaknaan yang bersifat partisipatif dan terbuka. Dengan menerapkan prinsip-prinsip tersebut dalam pembelajaran PAI, guru dan peserta didik dapat membangun interaksi yang lebih dinamis dalam memahami nilai-nilai Islam secara kontekstual dan aplikatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka untuk mengeksplorasi relevansi pemikiran Gadamer terhadap pengembangan pendekatan kritis dalam PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa hermeneutika Gadamer dapat menjadi dasar filosofis bagi model pembelajaran agama yang lebih dialogis, inklusif, dan mampu merespons tantangan zaman secara bijak.
Copyrights © 2025