Pembelajaran Akidah Akhlak merupakan bagian penting dalam pendidikan Islam yang bertujuan membentuk karakter peserta didik melalui penguatan keimanan dan pembiasaan perilaku mulia. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran ini masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari metode yang belum inovatif hingga pengaruh negatif dari lingkungan digital. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis dengan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Akidah Akhlak telah dilaksanakan secara terstruktur, namun masih terdapat keterbatasan dalam penggunaan metode yang kontekstual dan menyentuh aspek afektif siswa. Guru cenderung menggunakan pendekatan ceramah, namun mulai mengintegrasikan diskusi dan keteladanan sebagai strategi utama. Dampaknya terhadap siswa menunjukkan adanya peningkatan dalam pemahaman nilai-nilai moral, meskipun internalisasi nilai belum merata. Penelitian ini merekomendasikan penguatan strategi pembelajaran berbasis pengalaman, integrasi teknologi yang edukatif, serta keterlibatan orang tua dalam proses pembentukan akhlak siswa.
Copyrights © 2025