Penelitian ini didasarkan pada pentingnya meningkatkan kemampuan bernalar kritis pada peserta didik terutama di SD dalam pelajaran Pendidikan Pancasila sebagai upaya membangun karakter dan wawasan kebangsaan sejak dini . Penerapan model Problem Based Learning (PBL) diharapkan mampu mengatasi permasalahan kurangnya kemampuan bernalar kritis yang dialami oleh peserta didik sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran (kualitatif dan kuantitatif) atau biasa disebut mix methode . Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas III A SDN Sendangmulyo 02 Kota Semarang. Pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis berbentuk uraian bernalar kritis. Data yang diperoleh dianalisis untuk mengukur peningkatan kemampuan bernalar kritis siswa sebelum dan sesudah penerapan model PBL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL secara signifikan meningkatkan kemampuan bernalar kritis peserta didik. Temuan ini didukung oleh hasil uji T paired samples t-test, dimana nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan nilai rata- rata kemampuan bernalar kritis sebelum dan setelah penerapan Problem Based Learning pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Jadi, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan bernalar kritis peserta didik kelas III jenjang sekolah dasar.
Copyrights © 2025