Beban kerja mental pekerja di rumah produksi kerupuk jangek berkontribusi terhadap efisiensi dan kesehatan pekerja. Permasalahan utama yang dihadapi adalah sifat pekerjaan di rumah produksi kerupuk jangek yang monoton dan berulang, tekanan target produksi yang tinggi, dan kondisi lingkungan kerja yang kurang mendukung, sehingga menimbulkan kelelahan mental dan menurunkan kualitas hasil kerja. Diperlukan pengujian statistik guna menganalisis perbedaan beban kerja mental sebelum dan sesudah bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perbedaan beban kerja mental yang dialami oleh individu dalam dua kondisi kerja yang berbeda. Metode yang digunakan adalah uji hipotesis berpasangan berbasis metodologi NASA-TLX. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari enam indikator beban kerja mental, hanya Tuntutan Mental (TM) yang mengalami perubahan signifikan setelah bekerja, menandakan peningkatan beban kognitif akibat tingginya kebutuhan fokus dan pengambilan keputusan dalam proses produksi kerupuk jangek. Meskipun indikator lain, seperti Tuntutan Fisik (TF), Tuntutan Waktu (TW), Kinerja (K), Usaha (U), dan Frustrasi (F), tidak menunjukkan perubahan signifikan, peningkatan beban mental yang terus-menerus tetap berpotensi menyebabkan kelelahan kognitif dan menurunkan konsentrasi dalam jangka panjang
Copyrights © 2025